Tetap Aktif Dengan Dialisis – Pasien Dialisis Bisa Berpartisipasi Dalam Kegiatan Olahraga Loh!

Awalnya pasti sulit dibayangkan untuk tetap aktif menjalani hidup seperti layaknya orang sehat lainnya saat sedang menjalani perawatan dialisis. Namun kenyataannya itu bukanlah suatu hal yang tidak mungkin. Pasien dialisis tetap bisa aktif bahkan mengikuti kegiatan olah raga! Menjadi pasien dialisis bukan hanya tentang datang dan pergi ke klinik, namun tentang bagaimana Anda perlu menyayangi ginjal Anda. Berpartisipasi dalam acara bertemakan hidup sehat dan olah raga yang sedang marak saat ini adalah salah satu kesempatan yang sangat baik untuk tetap aktif. Tidak ada kata terlambat untuk itu, karena dengan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan olahraga Anda tidak hanya memberikan penyegaran bagi tubuh namun juga bagi hati dan pikiran Anda.

4 November 2018 lalu kegiatan lari yang bernama “With Love to Kidney Patients” diselenggarakan di Keningau, Malaysia. Kegiatan penggalangan dana yang diselenggarakan oleh Tzu Chi Charity tersebut bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan ruang hemodialisa untuk pasien dialisis yang jumlahnya semakin besar di rumah sakit Keningau Malaysia. Kegiatan tersebut telah menarik perhatian 3000 peserta. 9 pasien dari RenalTeam Malaysia juga berpartisipasi dalam kegiatan lari 10 km tersebut.

Di bawah ini adalah cerita dari pasien yang akan sangat menginspirasi bagi Anda. Mereka saja bisa berpartisipasi dalam kegiatan olah raga, kenapa Anda tidak? Yuk, kita simak cerita dari mereka:

Bapak Basil Bin Gagu (60 tahun)
Pensiunan dari petugas hutan yang menjalani dialisis sejak tahun 2012. Gagal ginjal yang ia derita dikarenakan komplikasi jangka panjang dari hipertensi dan diabetes. Berpartisipasi dalam kegiatan lari tersebut merupakan momen yang sangat membanggakan baginya. Tidak hanya menyelesaikan lebih awal dari rekannya, beliau juga membuktikan bahwa usia dan gagal ginjal tidak menghentikannya untuk mengalahkan peserta yang sehat dan lebih muda. Semakin berkesan karena di tutup dengan hadiah yang didapatkan pada saat lucky draw!

 

Bapak June Minin (54 tahun)
Memulai dialisisnya sejak tahun 2016 dan sudah beradaptasi dengan kondisi tersebut. Sekarang beliau lebih percaya diri di depan umum dan keluarganya. Beliau berpartisipasi dalam kegiatan lari ini adalah untuk menunjukkan bahwa keinginannya dalam tetap hidup aktif tidak dapat dibatasi karena penyakit yang ia derita.

 

Ibu Helnny Angkabun (27 tahun) dan putri nya Grace (5 tahun)
Didiagnosa gagal ginjal saat sedang mengandung di tahun 2016. Ibu Helnny menyelesaikan 10 kmnya dengan didampingi anaknya Grace yang menyambutnya di garis final. Ibu Helnny tidak pernah menyangka bisa menempuh jarak tersebut sejak ia mulai menjalani dialisis, sehingga event tersebut merupakan momen yang sangat membahagiakan baginya. Alasannya untuk berpartisipasi adalah ingin tetap menjaga kebugaran tubuhnya walaupun hidup dengan kondisi gagal ginjal. Beliau ingin bahagia dan terus memiliki semangat untuk dapat hidup normal seperti orang sehat lainnya.

 

Nyonya Mailin (52 tahun)

Walaupun beliau adalah pasien ginjal yang  telah menjalani perawatan dialisis sejak 3 tahun lalu, beliau dapat menempuh jarak 10 km dengan berjalan kaki. Rasa sakit di otot pada keesokan harinya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan pengalaman dan kenangan beliau syukuri selama hidupnya. Beliau dapat tertawa, melepas ketegangannya dan berkeringat bersama peserta lain, teman-teman dan staf RenalTeam Malaysia selama mengikuti event tersebut.

 

Nyonya Painah (64 tahun)
Menjadi seorang nenek dengan 10 cucu berusia 2 tahun hingga 15 tahun, tidak pernah membuatnya berhenti menikmati hidup dari tetap aktif. Alasan beliau mengikuti lari 10K ini adalah tantangan untuk menempuh jaraknya. Nyonya Painah berhasil menyelesaikan tantangan jarak 10 km dengan baik dan beliau sangat puas karena tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa beliau akan berhasil menyelesaikan tantangan tersebut. Banyak manfaat yang beliau rasakan diantaranya secara lahir bathin beliau merasa lebih sehat serta kegembiraan dengan teman-teman dan tim perawat yang sudah beliau anggap seperti keluarga sendiri.

Para perawat dan staf RenalTeam Malaysia juga menyampaikan bahwa begitu banyak pelajaran hidup dan nilai-nilai kemanusiaan yang mereka peroleh dari event tersebut. Seperti membantu sesama dan saling menghargai, serta inspirasi mengenai sejauh apa hal-hal yang bisa dilakukan oleh pasien gagal ginjal. Pembelajaran bahwa dialisis dapat dikendalikan, dan kehidupan yang normal dan aktif bukanlah hal yang tidak mungkin bagi pasien dialisis.

Start typing and press Enter to search