Pahami Perbedaan Transfusi Darah dan Cuci Darah

Banyak masyarakat awam yang masih bingung dan belum memahami apa perbedaan transfusi darah dan cuci darah. Kebanyakan masyarakat kita masih beranggapan bahwa keduanya sama padahal sangat berbeda. Adanya kata “darah” yang terdapat pada kedua tindakan medis tersebut memang kadang membuat pengertian masyarakat menjadi rancu. Itulah yang kemudian membuat orang beranggapan bahwa keduanya memang memiliki arti yang sama.

Meskipun keduanya memang sama-sama berhubungan dengan darah dalam sistem tubuh manusia tetapi sebenarnya memiliki perbedaan yang mendasar. Transfusi darah tidak terbatas pada mereka pasien dengan gangguan ginjal saja melainkan bisa dari berbagai macam penyakit seperti DBD ataupun orang yang mengalami kecelakan dan membutuhkan tambahan darah. Sedangkan cuci darah atau hemodialisa dilakukan khusus pada mereka yang menderita penyakit ginjal.

Agar lebih jelas dipahami apa sebenarnya perbedaan transfusi darah dan cuci darah tersebut akan dijelaskan di bawah ini.

Perbedaan Transfusi dan Cuci Darah

Definisi

Perbedaan keduanya sebenarnya sudah bisa diketahui sekilas dari definisi atau pengertian dari transfusi darah dan juga cuci darah atau hemodialisa. Pengertian daru transfusi darah adalah prosedur yang dilakukan oleh paramedis untuk menyalurkan darah yang sudah dikumpulkan dalam sebuah kantung melalui pembuluh darah vena atau intravena. Transfusi diberikan oleh pendonor yang sehat dan memenuhi syarat kepada mereka yang membutuhkan darah.

Sedangkan cuci darah merupakan tindakan pemisahan zat-zat larut yang beracun dari dalam darah dengan proses penyaringan yang dilakukan diluar tubuh. Proses cuci darah tersebut menggunakan peralatan medis tertentu yang fungsinya mirip dengan ginjal dalam tubuh manusia. Tindakan tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Itulah perbedaan transfusi darah dan cuci darah dari segi definisi atau pengertiannya.

Prosedur

Perbedaan yang selanjutnya bisa dilihat dari prosedur dalam pelaksanaannya. Baik transfusi darah maupun cuci darah memiliki prosedur tertentu yang harus dilakukan dengan benar. Transfusi darah biasanya berlangsung hingga 4 jam atau bisa lebih cepat tergantung dari jumlah dan jenis darah yang diberikan pada pasien. Transfusi dilakukan dengan posisi pasien berbaring atau bersandar pada kursi. Darah dialirkan lewat vena dengan menggunakan kateter yang dipasang pada pembuluh.

Sedangkan pada cuci darah prosedurnya berbeda dengan transfusi karena waktunya bisa mencapai 5 jam baru selesai. Cuci darah dilakuan di rumah sakit dengan peralatan hemodialisa yang akan berfungsi seperti ginjal. Sebelum melakukan cuci darah biasanya pasien akan ditimbang terlebih dahulu berat badannya untuk mengetahui seberapa besar cairan yang menumpuk dalam tubuh. Frekuensi cuci darah tiap pasien cuci darah bisa berbeda tergantung kondisinya.

Persiapan Sebelum  Tindakan

Perbedaan transfusi darah dan cuci darah yang selanjutnya terdapat pada persiapan yang harus dilakukan oleh pasien. Sebelum dilakukan transfusi, paramedis akan melakukan pengecekan pada golongan darah pasien terlebih dahulu. Selain memeriksa golongan darahnya, dokter juga akan mengecek jenis Rhesusnya (Rh) apakah positif atau negatif. Ini dilakukan agar darah yang diberikan pada pasien bisa cocok dan tidak menimbulkan respon yang bisa membahayakan tubuh.

Sedangkan persiapan sebelum cuci darah antara lain adalah dokter akan melakukan semacam operasi kecil untuk membuat jalan untuk darah tersebut. Jalan atau akses yang dibuat tersebut bisa berupa tabung kecil atau mesin kecil yang ditanamkan pada pembuluh darah pasien. Sebaiknya gunakan baju longgar saat akan menjalani hemodialisa.

Itulah beberapa poin penting dalam perbedaan transfusi darah dan cuci darah yang akan membuat Anda lebih memahami tentang kedua tindakan medis tersebut. Nah, bagi Anda yang ingin melakukan cuci darah Anda bisa mengunjungi laman kami https://renalteam.org/id/ untuk mendapatkan pelayanan cuci darah yang baik!

 

Start typing and press Enter to search